Senin, 08 September 2014

It's Been A While

Malam itu, aku akui aku benar benar bahagia. Pertemuan setelah setahun tak bertemu berhasil membuat jantungku berdetak tak kauran lagi. Paling tidak malam itu, aku bisa menikmati satu malam panjangku yang berisikan bergiga-giga memori tentangmu. Lalu, di malam selanjutnya aku harus disibukkan lagi dengan menghapus semua memori itu di ingatanku. Malam yang panjang lagi buatku...

Malam itu aku terlalu banyak bicara yah? Hahaha hanya itu yang bisa kubuat, aku selalu kesulitan meringkas semua kalimat itu menjadi 1 kalimat seperti ini "aku sangat merindukanmu". Bahkan untuk mengatakan "it's been a while" saja aku lupa. Terlalu banyak kalimat tak penting disana yah? hahaha
1 bulan tidak bertemu saja membuat minus dimataku bertambah, apalagi sekarang. Satu tahun tidak bertemu, membuat mata dan hatiku pun mungkin sudah katarak. Kamu, ntahlah ini hanya pandangan subjektif dari seorang ummm teman yang sedikit menaruh perasaannya kepadamu, ganteng. Everything on you, makes my heart beats superduperhyper fast! aku tenggelam dalam irama detak jantungku sendiri, dan tak ada yang bisa menolongku saat itu.

Setahun yang lalu saat terakhir kali kita bertemu, kamu membawa wanitamu. Malam itu memang beda. Kamu tidak membawa wanitamu itu, tapi kamu membawa semua cerita yang kamu buat bersamanya. Aku tak bisa berpura-pura tidak melihat matamu yang berbinar saat menceritakan semua cerita itu kepadaku. Hanya saja, aku masih bisa sedikit berpura-pura untuk baik-baik saja di hadapanmu. Bahkan disaat kita sudah berada dijarak yang begitu dekat seperti inipun, aku masih merasa begitu jauh darimu. Mataku mungkin bisa menjangkaumu sekarang, tapi hatiku tidak...


Aku tak pernah berpikir sebelumnya jika untuk bertemu denganmu pun bisa menjadi serumit ini untukku. Aku harus bisa menjaga air mataku tidak keluar, aku harus bisa berpura-pura baik-baik saja, aku harus bisa menjaga kata-kataku. Aku kehilangan diriku sendiri dihadapanmu sekarang. Aku tak bisa menjadi diriku sendiri dihadapanmu, seperti dulu. Mungkin sekarang, aku juga sudah berubah. Kamu, aku dan keadaan, akhirnya semua berubah kecuali satu hal, perasaanku.

Malam itu, i didn't expect too much. Aku cukup realistis untuk menyadari bahwa yang dihadapan ku sekarang telah menjadi kebahagiaan untuk seseorang disana. Dan aku rasa, aku sudah cukup bahagia dengan hanya bertemu seperti ini. Sampaikan terimakasih dariku untuk wanitamu yah, terimakasih karena telah membiarkanku untuk sedikit mengambil kebahagiaannya. Bilang padanya, aku cukup bahagia dengan hanya menjaga senyum dan tawamu dengan baik di memori ingatanku. Untuk hatimu dan lainnya, aku rasa dia akan menjaganya tanpa aku suruh sekalipun. Sekali lagi, terimakasih. 

Setahun yang lalu mungkin aku masih membenci jarak yang akan membuatku merindu tanpa bisa bertemu, tapi sekarang tidak. Memang sebaiknya jarak harus berada di tengah-tengah kita. Semakin jauh jarak yang kita punya, semakin membuatku sadar untuk mencari kebahagiaanku sendiri, dengan tidak merampas kebahagiaan orang lain seperti ini...






Malam itu, aku berharap semua keinginan untuk mengajakmu bertemu lagi seperti ini menghilang. 



2 komentar:

  1. Kok berasa sedih juga ya bacanya ;'(

    Semangat kak ayik!!

    BalasHapus
  2. kadang kan tulisan kamu tuh mewakili banget yang aku rasakan.... sayangnya aku gak bisa mengubahnya jadi kata-kata sebagus kamu hahahahha


    =======================================

    Pecinta Bola Gabung di Sini

    BalasHapus

another stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...