Rabu, 03 Juli 2013

Refrain





 Sore itu,aku sudah berada didepan penjaga bioskop, memesan satu tiket. Tiba - tiba handphone ku terus bergetar, menandakan ada pesan yang masuk. Itu dari kamu, yang menyuruhku untuk membatalkan rencana ku segera.  Ku beri tau sedikit apa yang kulakukan saat setelah membaca pesan mu itu, hanya diam. Diam - diam langsung menghilang dari penjaga bioskop dan langsung berlari ketempat yang kamu suruh untuk aku datangi. Menemui mu. 

  Keringat pun terus keluar, begitupun air mata saat aku berlari. Ntah, aku juga tak mengerti mengapa air mataku keluar, mungkin itu hanya keringat yang numpang lewat di sela-sela mataku. Aku tak perdulikan berapa pasang mata yang melihat keadaanku sore itu. Aku ingin sesegera mungkin melihat mu. Sesampainya aku ditempat itu, langkah ku pelankan. Berlarian membuatku sangat lelah. Aku hampir kehilangan nafas ku saat itu, ditambah jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya. Mempersulit akses pernafasan ku .

  Aku kira saat itu aku sedang berada didalam drama korea yang ber-ending bahagia. Aku terus menerus memikirkan banyak hal. Bagaimana kamu sekarang, apa yang kamu pakai, bagaimana aku memulai percakapan dengan mu nanti, apa yang harus kulakukan. Semua pemikiran itu makin membuatku sulit untuk bernafas.

  Satu jam lebih aku menunggumu ditempat itu, belum juga kudapatkan kabar lanjutan darimu. Masih dijalan, pikir ku. Sampai akhirnya seseorang menghampiriku, dan itu................temanmu. 

  "Dia sudah disini dari tadi, sudah diatas, menunggu kita. Dia kira kamu belum sampai disini" temanmu mengatakan itu kepada ku. Banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada mu saat itu. Salah satunya, kenapa kamu tak menanyakan keberadaanku? Aku berlari secepat mungkin, rasanya nafasku hampir hilang, hanya untuk menemui mu . Satu jam ini, aku menunggumu ditempat yang sama. Dan kamu membiarkan aku terus menunggumu.  Rasanya, aku tak sanggup lagi untuk mengeluarkan nafas.

   Saat aku melihatmu di bangku merah itu, disitulah aku tersadar, aku sedang berada di drama korea yang memiliki sad ending.......

                                                     **********                                                                   

 Kemarin, aku menonton film itu. Sendirian. Sebelum kamu pergi, aku sempat mengajakmu untuk menontonya bersama, bertiga maksudku. Di akhir-akhir pertemuan kita, aku selalu kesulitan untuk meminta waktumu. Untuk sekedar bertemu, ngobrol seperti biasanya, apalagi chatting sampai larut malam. Aku sudah lupa kapan terakhir kali kita melakukannya itu. Everybody has changed. Termasuk kamu....

 Aku tak tau kamu sudah nonton film itu atau belum, satu hal yang aku tahu, kalaupun kamu sudah nonton,itu berarti bukan bersama ku,bersama kita maksud ku. 

Kamu tau, selama film itu diputar aku menangis seperti orang gila. Ntah apa yang aku tangisi, ceritanya? atau kamu? atau keduanya sekaligus? Film itu memberikan ku banyak hal. Perasaan cinta yang ada didalam sebuah persahabatan, akan mengubah rasa dari persahabatan yang dijalani sebelumnya, beda.

Dan film itu menyadarkanku bahwa sekarang, aku telah kehilangan 2 hal. Sahabat dan cinta. Kalau boleh sekali lagi aku berharap, aku tak muluk muluk menginginkan ending yang sama seperti ending film itu. Aku juga mencoba tak menginginkan keduanya kembali sekaligus, aku hanya ingin sahabat ku kembali.....

Minggu, 30 Juni 2013

Malam itu


Malam itu, aku berbicara banyak seperti biasanya, hatiku pun begitu. Sebulan lebih tidak melihat mu membuat minus dimataku bertambah, kamu ganteng malem itu. Dengan kemeja yang aku lupa merk nya, celana pendek berwarna coklat, converse hitam, frame kacamata baru, dan potongan rambut ala model di katalog onlineshop. I hope i was wrong. Aku tak berani menatapmu lama - lama karena aku takut mataku perih. Perih lalu berair. 

Aku hanya bisa tertawa saat pertama kali melihat mu duduk di bangku merah itu, tidak sendirian. Aku menertawakan diriku saat itu. "Look, your prince with his princess" my mind said in that time. Dia, cantik. Rambut panjang, wedges, baju berbahan sifon, tas kecil. Everything that she wore makes me jelaous. Sesaat aku melihat ke diriku sendiri, datang menemui mu dengan memakai kemeja, sweater, jeans, jilbab biru tua, dan sneakers.


Aku terus mengutuk diriku sendiri dalam tawa yang malam itu ku buat. Meminta perhatian mu dengan semua kata kata konyol yang aku keluarkan, meminta sedikit perhatianmu yang hanya kamu berikan ke wanitamu saat itu. Ketika aku mendengar kamu tertawa bersamaku, aku ingin menangis. Bisa jadi, ini terakhir kalinya aku mendengar tawa itu. Bisa jadi, ini terakhir kalinya aku melihat kamu tertawa secara langsung. Bisa jadi,aku merindukan tawa itu.

Kamu tau, aku terus memarahi diriku sendiri disaat aku memarahimu karena rencana malam itu tak berjalan sesuai dengan rencana. Aku marah, cause i expected too much . Aku marah, karena semuanya jauh dari apa yang aku harapkan. Aku marah, karena aku terlalu bodoh malam itu. Mengharapkan mu untuk membatalkan rencanamu mengkepungku di dalam jarak yang begitu jauh, pindah ke kota lain. Lebih baik aku melihatmu dan wanita mu menunjukan perhatian kalian satu sama lain. Setidaknya, aku masih bisa melihatmu.

Seharusnya aku sedih malam itu, tapi ntah mengapa air mata tak kunjung melakukan tugasnya. Tawa lah yang menggantikan tugasnya malam itu. Aku terlalu bahagia hingga aku lupa apa yang seharusnya aku rasakan. Mungkin juga malam itu, kenyataan telah bernegoisasi dengan hati untuk dapat menerimanya.

Malam itu diakhiri dengan memandangimu yang sedang mengendarai sepeda motor, dengan dia yang persis berada dibelakangmu. Sampai akhirnya kalian menghilang dan tak terjangkau oleh pandanganku.

Tanpa sempat mengucapkan basa basi tanda perpisahan seperti ini akhir yang aku pertanyakan selama ini. Malam itu, aku ingin sekali bilang, aku ingin lebih lama melihatmu.


random conversation

July, 1st 2013

Aku tak tau ini disebut apa

Sekarang...
Aku tak tahu kata kata ini ditujukan untuk siapa
Aku tak tahu lagu yang kudengar sekarang untuk siapa
Aku tak tahu "go to user" di twitter harus ku isi dengan username siapa
Aku tak tahu kenapa hati ini kehilangan degupan kencangnya sekaligus kehilangan rasa perih nya

I can't feel anything

Aku tak tahu,kenapa air mata tak dapat mengerjakan tugasnya malam ini
Aku benar benar tak tahu apa yang sedang terjadi.

Benarkah ini semua yang dinamakan dengan menyerah?
Atau ini semua yang disebut berdamai dengan kenyataan?
Ummm, kehilangan harapan?

Diantara kalian berdua,adakah yang bisa menjelaskan ini semua ?

Dear,heart and mind.
 Jika itu benar, sebenarnya ini lebih menyiksa ketimbang melihat dia bersama wanitanya bersenang senang didepan ku. Setidaknya aku masih bisa merasa bahagia sekaligus sedih secara bersamaan. Setidaknya....


Sabtu, 01 Juni 2013

kamu baik-baik saja kan?

"kamu baik-baik saja kan sekarang?"

    Berkali kali kalimat itu ku ketik dan kuhapus kembali, tak akan pernah kubiarkan tombol enter mengirimkan pesan itu untukmu. Sebenarnya aku ingin menanyakan itu langsung padamu, duduk berhadap hadapan sambil memesan Mc flurry choco dan kentang mungkin. Rasanya 160 karakter tidak cukup untuk menanyakan semua rasa penasaran ku. Tapi menuliskannya di atas tuts tuts keyboard kurasa sudah cukup, paling tidak tak ada 160 karakter yang menjadi pembatas. Sebelumnya maaf, aku telah melanggar janjiku untuk tidak menuliskan tentang mu...

   Kamu, baik-baik saja kan sekarang? Mungkin kalau aku boleh menebak, kamu kecewa kan? Aku paham betul, rasa kecewa tak akan terobati dengan hanya mendengar nasehat atau kata kata bijak sekalipun. Dirimu sendirilah yang dapat menyembuhkan rasa kecewa itu. Aku hanya bisa membantumu dengan bernegoisasi kepada-NYA agar kamu mendapatkan yang terbaik berdasarkan versi-NYA.

 Maaf, cuma itu yang dapat kulakukan, karena aku tahu kapasitasku sebagai teman. Aku tak mau wanitamu bernggapan ada wanita lain yang mengambil peran nya. Aku yakin, dia menjalankan perannya dengan baik, menemanimu, mendengarkan cerita-cerita mu, guyonan mu, berusaha menjadi penyemangat yang baik, your happiness maker .Dia tau apa yang seharusnya ia lakukan. Tak ada satu wanitapun yang menginginkan wanita lain membicarakan tentang pasangannya, memikirkan pasangannya, memperhatikan pasangannya, menemani pasangannya, bahkan menuliskan sesuatu tentang pasangannya. Ah, seharusnya aku meminta maaf juga ke wanitamu, jika kamu membaca ini sampaikan permintaan maafku untuknya yah, bilang saja aku ini hanya salah satu penggemarmu.

    Kamu tau, berapa hari aku menahan untuk menuliskan semua ini? dan berapa lama tulisan ini tertahan di tab draf? ah sudahlah itu tak terlalu penting, yang terpenting bagiku, kamu baik baik saja kan? kamu baik baik saja kan? sengaja ku ulang, berharap aku mendapatkan jawaban yang melegakan.




 jika kamu sempat membaca ini, akan aku buat ini semua menjadi singkat. Aku mengkhawatirkan mu..

    

   


   

    






another stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...