Kamis, 08 Mei 2014

Melepaskanmu


"Apa kabar mu?" 
"How's your life?"
"Kapan kita bisa meet up lagi?"

Melepaskanmu...... ternyata seberat ini.

Aku harus menahan semua pertanyaan yang ada di otakku sekarang. 
Mungkin, jarak sedang mengajariku cara melepaskanmu secara pelan-pelan. Mungkin kamu juga tau, berapa kali aku telah melanggar janji ku untuk melupakanmu sekaligus. Aku tak bisa melakukan apa apa bila jantung ini mulai berdetak tidak beraturan ketika aku melewati kedai ayam yang biasa kita jadikan tempat untuk bertemu. Lalu kenangan tentang asiknya mengabiskan waktu disana bersamamu bermunculan, tentang kebiasaanmu menyanyikan lagu-lagu di kedai ayam itu, lalu kita tertawa lepas setelah itu. Kalau sudah begitu aku bisa apa selain memikirkanmu. Janji itu seketika runtuh, terpaksa aku harus membangunnya dari awal.

Belum lagi ketika aku sedang rindu-rindunya kepada kamu. Aku bisa apa ketika kamu jarang mengupdate status di akun sosial mediamu sedangkan aku sedang ingin mengetaui kabar mu disana? terpaksa aku harus membuka dan membaca recent chat kita di skype dulu, mengingat kenangan tentang mu yang tertinggal disana. Dan kalau sudah begitu, biasanya aku nekat untuk menghubungimu duluan. Menunggu dan menerima balasan sms darimu selalu berhasil membuat jantungku kembali berdetak tak beraturan dan membuatku lupa bahwa aku sedang melanggar janji untuk berhenti mencintai.

Mungkin, jarak sedang mengajariku untuk membangun pondasi itu, dengan cara membuatku sadar bahwa kamu berada cukup jauh sekarang, sehingga membuatku sadar bahwa aku terlalu sibuk merindu sedangkan kamu terlalu sibuk menikmati dunia barumu, dan membuatku sadar bahwa aku merindu sendirian disini.

Mungkin juga, jarak sedang mengajarkanku bahwa melepaskanmu itu bukan hanya sekedar janji.


Sekarang, sedikit aku mengerti bahwa melepasmu itu memang butuh keteguhan hati yang lebih kuat dari baja. Yang bisa menahan untuk mati-matian tidak menanyakan kabar ketika mati-matian sedang merindu. Menahan untuk tidak mengenang-ngenang kenangan yang memaksa untuk masuk ke pikiran.

Mungkin sekarang aku belum bisa menahan untuk tidak patah hati dan menangis ketika aku tau kalau kamu telah bahagia sekarang, dengan dia yang jaraknya begitu dekat denganmu. Lagi-lagi jarak.Mau tak mau aku dipaksa untuk melepaskan apa yang harusnya aku lepaskan. Sesuatu yang bukan untukku.

Mungkin nanti, aku juga akan bahagia dengan seseorang yang jaraknya berdekatan dengan ku. Dan jika waktu itu telah tiba, dan kita sudah sama-sama bahagia sendiri-sendiri, itu berarti aku telah melewati perihnya proses melepaskanmu.

Karena untuk saat ini, aku sedang sakit-sakitnya berusaha melepaskanmu...




Inspired by: Itu lagu kita, Fey


2 komentar:

  1. ngana,,kuatkan hatimu!!!
    masih ada masa depan yang menanti kita disana, di ujung rindu yang terbentuk di hatimu..di hati kita
    karena kita nampaknya sama, punya rindu, tapi tak berpunya pengagum rindu itu sendiri

    BalasHapus

another stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...