Sabtu, 29 September 2012

cerita

Kita yang mencari dan pahami isi hati
Lelah ditengah jalannya dan hentikan cerita

Kaulah bintangku yang meredup perlahan
terambil cahayanya

Kaulah bintangku yang meredup perlahan 
tak lagi terangi malamku

Tak ada manusia sempurna
Dapatkah kau terima
Dan engkau kan terus mencari
pengisi kosong hati


Kaulah bintangku yang meredup perlahan
terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
tak lagi terangi malamku

Kaulah bintangku yang meredup perlahan
terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
tak lagi terangi malamku



Nadya Fatira - bintang yang meredup



Ini,benarkah diriku?? benarkah sosok  dicermin ini adalah aku?  Begitukah sosok ku sekarang? bahkan aku sendiri pun tak mengenalinya. tak terlihat lagi senyum mengembang di wajah ku, tak ada lagi binar - binar di pelupuk mata ku, tak ada lagi,tak ada lagi.....

Aku lelah . terlalu jauh aku melangkah,bahkan berlari tak tentu arah . terlampau jauh aku meninggalkan mu di belakang . ini lebih melelahkan ketika aku dan kau berjalan ditempat, namun paling tidak ada yang bisa aku sebut sebagai sandaran ketika aku lelah,yaitu kau. 

Ku pikir selama ini hanya angin yang memiliki ruang hampanya sendiri,membiarkan orang orang seperti kita hanya cukup merasakannya saja,tanpa bisa melihat sosoknya. Ternyata selain angin,adalah masa lalu yang hanya menyisakan bekas yang sampai sekarang bisa kunikmati tanpa bisa aku lihat kembali wujudnya. perih.

Layaknya orang yang kehilangan arah, jelas selalu merasa kebingungan . begitupun aku. yang selalu merasa bahwa kenyataan selalu mempermainkan ku . membolak balikan perasaan . salahku yang terlalu jauh membawa mu melangkah namun di tengah kita hanya berjalan di tempat hingga lelah ,lalu dengan entengnya aku meninggalkan mu di sana,sendirian.. 

Sekarang,ketika aku ingin menjemput mu di pertengahan jalan itu,untuk melanjutkan perjalanan jauh kita,tak lagi ku temui sosok mu yang menunggu jemputan itu. Kau telah menemukan jalan mu sendiri, dan aku telah menyesali semua ending yang kupaksakan sendiri .



ps : ceritanya dalam aksara ku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

another stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...